Posted by : KANG DARMANTO
Jumat, 24 Februari 2012
Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada zaman dahulu. Teori ini bertahan hingga tahun 1700-an hingga Willoughby Miller seorang dokter gigi Amerika yang bekerja di Universitas Berlin menemukan penyebab pembusukan gigi. Ia menemukan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam (lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa) dan asam inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi.
Saat lubang terjadi pada email gigi, kita
belum merasakan sakit gigi. Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya
dapat menjadi celah sisa makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang
semakin besar yang melubangi dentin. Pada saat ini kita akan merasakan
linu pada gigi saat makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada
lubang saraf sehingga kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini
tidak akan berhenti sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa
akar gigi.
Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata
seperti anggapan beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat
gigi menjadi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat
menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang
dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.
Agar
tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi berlubang
sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk mengobatinya.
Walaupun banyak orang tidak suka pergi ke dokter gigi dengan alasan
tidak peduli dengan keadaan gigi, khawatir biayanya mahal, takut atau
malu diejek karena gigi yang rusak, namun pergi ke dokter gigi adalah
solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Gigi berlubang tidak dapat
sembuh dengan sendirinya. Walaupun, mungkin setelah menderita sakit
gigi, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak memperbaiki keadaan gigi.
Gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya akan terus semakin membesar.